Background Artist

Meliantha Muliawa

Nama

Meliantha Muliawa

Instagram

@melianthamuliawan

Website

-

Biografi

Meliantha Muliawan, atau Meli, lahir 1992 di Pontianak. Ia meraih pendidikan di FSRD ITB, 2010-2014. Sebagai perupa ia banyak mengetengahkan isu-isu tentang perilaku sosial dan tema-tema yang menjelajahi hubungan antara objek tak bergerak dan konteksnya. Meli menggunakan resin untuk mentransformasi materi-materi keseharian dari sifat kebendaan yang biasa menjadi berubah makna, untuk merefleksikan berbagai fenomena serta pergeseran nilai dalam masyarakat sekitarnya sekarang ini. Meliantha adalah salah satu finalis Young Artist Award at ARTJOG 11 (2018) and REDBASE Young Artist Award 2016. Sejumlah partisipasi pameran besar telah ia lakukan seperti dalam Biennale Jogja XV ‘Do We Live in the Same Playground’ (2019) di Jogja National Museum, Yogyakarta, dan ‘Museum of Days’ (2019) di Sullivan+Strumpf, Singapore, sampai pameran tunggal ‘Translucent’(2017) dengan Redbase Foundation Residency Program, Yogyakarta dan ‘Mon-Fri’ (2019) di RUBANAH Underground Hub, Jakarta. Meliantha adalah peraih penghargaan UOB Painting of The Year Award 2022. Artist’s Statement: “Karya postcard ini pertama kali dipamerkan tahun 2019 (Jogja Biennale) sebagai cara seniman mengkritik bagaimana perhatian masyarakat yang seringkali hanya terfokuskan pada wilayah pusat. Postcard sebagai alat bertukar pesan di masa lampau, kadang bergambarkan pemandangan suatu tempat. Namun sayangnya, tempat yg dipilih selalu mengutamakan daerah wisata yang paling umum dikunjungi. Tak hanya postcard, bahkan saat ini ketika teknologi berkembang pesat, pengenalan akan sejumlah wilayah tetap tidak merata. Hal ini dirasa seniman berpengaruh pada prioritas pengembangan suatu daerah. Kembali dipamerkan di tahun 2022, tepatnya di Sarinah yang baru, memberikan konteks baru dalam hal bagaimana seniman memahami karya ini kembali. Replika postcard yang berjumlah 91 lembar, hampir sebagian besar dibeli di salah satu gerai yang berlokasi di dalam Sarinah yang dahulu. Tak terasa banyak tempat yang tergambarkan dalam postcard tersebut telah berubah layaknya Sarinah saat ini. Menyadarkan seniman bahwa semua perubahan ini, baik atau buruknya tetap menambah kekayaan sejarah wilayah tersebut. Khususnya Jakarta, kota yang sibuk dengan perubahan di sana sini, bisa jadi kita terlambat menikmati tiap momen yang ada. Terlena dengan hiruk pikuk kota, kita lupa bagaimana kota ini jatuh dan bangkit dari waktu ke waktu. Karya ini diharapkan mampu memberikan kita waktu untuk berpikir kembali, tentang bagaimana suatu tempat/wilayah tak begitu saja ada. Ingatan dan harapan kita juga secara tidak langsung turut menjadi bagian dari tempat itu sendiri.”